Sunday, September 20, 2020

Uji Tanda (Sign Test) Menggunakan R

Uji Tanda (Sign Test) merupakan uji statistika nonparameterik yang dapat digunakan untuk menguji 1 sampel maupun 2 sampel berpasangan. Uji Tanda (Sign Test) telah dibahas pada artikel lainnya disini yaitu Tutorial : Uji Tanda dan Uji Rank Tanda Wilcoxon dengan SPSS. Pada kesempatan ini akan dibahas tahapan analisis Uji Tanda (Sign Test) menggunakan R. Pembahasan mengenai instalasi R dan lain sebagainya dapat dilihat disini :

Tutorial & Video : Download dan Install "R"
Tutorial R : RStudio sebagai IDE yang Memudahkan

Permasalahan

Sebuah perusahaan otomotif memproduksi mobil jenis X dengan sistem injeksi bahan bakar terbaru. Kepala divisi teknologi yang ikut serta dalam pengembangan sistem injeksi bahan bakar tersebut menduga bahwa penggunaan bahan bakar setelah menggunakan system injeksi terbaru adalah lebih kecil dari 22 km/liter. Oleh karena itu dilakukan pengukuran pada 30 sampel kendaraan dengan data sebagai berikut :


Berdasarkan data tersebut, buktikanlah apakah dugaan kepala divisi benar dengan taraf signifikan 1% menggunakan Uji Tanda (Sign Test)!

Uji Tanda (Sign Test) Satu Sampel

Package dalam R yang dapat digunakan dalam uji tanda adalah BSDA. Berikut tahapan dalam melakukan uji tanda menggunakan R.

1. Install Package

Sebelum melakukan analisis dengan uji tanda, silahkan instal package tersebut dengan cara install package dengan nama BSDA.

2. Import Data

Import data dapat melalui Notepad atau ekstensi *.txt dan melalui berkas Microsoft Excel. Tutorial import data dengan RStudio dapat dilihat pada tutan berikut :


3. Perintah Uji Tanda (Sign Test) Satu Sampel

Gunakan perintah berikut dalam menyelesaikan permsalahan di atas menggunakan uji tanda.

library(BSDA)
SIGN.test(datasnp1, md = 22.0, alternative = "two.side",conf.level = 0.99)

Penjelasan
  • library (BSDA) digunakan untuk memanggil package BSDA
  • SIGN.test merupakan perintah yang digunakan dalam pengujian
  • datasnp1 merupakan variabel data yang digunakan
  • md=22.0 adalah nilai median yang akan diuji
  • alternative="less" merupakan jenis hipotesis khususya hipotesis alternatif atau H0. Terdapat 3 pilihan dalam hal ini yaitu "two.side", "less", "greater"Hal ini mengacu pada pengujian yang dilakukan. Dua arah satu arah.
  • conf.level = 0.99 merupakan perintah dalam mendefinisikan taraf signifikansi

4. Output

Setelah menjalankan perintah pada tahap 3, selanjutnya akan diperoleh hasil sebagai berikut :


5. Uji Hipotesis

  • H0 : Penggunaan bahan bakar lebih besar sama dengan 22km/liter
  • H1 : Penggunaan bahan bakar lebih kecil dari 22km/liter
  • Signifikansi : α = 5%
  • P-Value : 0,04937
  •   Daerah kritis : H0 ditolak jika nilai P-Value < α
  •   Keputusan : H0 ditolak karena nilai P-Value (0,04937) < α (0,05)
  • Kesimpulan : Pada taraf signifikansi α 5%, diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan bahan bakar lebih kecil dari 22km/liter.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakuakan, diperoleh kesimpulan bahwa ternyata dugaan kepala divisi yang menyatakan bahwa penggunaan bahan bakar setelah menggunakan system injeksi terbaru adalah lebih kecil dari 22 km/liter adalah benar.
Latest
Next Post

0 comments: